Rabu, 06 April 2011

Intel Core i7, Prosesor Intel Supercepat

TEMPO Interaktif, Jakarta - Dua perangkat komputer nangkring di meja depan ruang pertemuan kantor Intel Indonesia Corporation, kawasan Sudirman, Jakarta, Selasa pekan lalu. Komputer yang dipamerkan di hadapan sejumlah wartawan saat itu memang tampak istimewa. Selain central processing unit (CPU)-nya dibalut casing transparan sehingga perangkat dalamnya terlihat jelas, kedua komputer masing-masing dijalankan dengan varian terbaru prosesor Intel Core i7 dan prosesor paling gres dari Intel, Core i5.

David Tjahjadi, channel platform manager yang bertugas mendemonstrasikan perangkat itu, sigap memainkan sebuah game teranyar. Dari informasi di layar monitor, ia menunjukkan salah satu kelebihan kedua prosesor itu. Meski sedang memainkan game, sebuah aplikasi yang memerlukan kinerja tinggi, Core i7 dan Core i5 mampu menyesuaikan kecepatan yang dibutuhkan oleh beban saat itu. "Ini karena dukungan teknologi Intel turbo boost," ujarnya.

Tepat pada 8 September lalu, dua varian terbaru prosesor Intel Core i7 dan prosesor Intel Core i5 diluncurkan secara serentak di seluruh dunia. Di Indonesia, peluncuran ini dilakukan di kantor Intel Indonesia. Produk anyar dari vendor prosesor terkemuka yang diluncurkan itu terdiri atas Intel Core i5-750 serta dua varian terbaru Intel Core i7, yakni Core i7-860 dan Core i7-870. Ketiganya adalah generasi prosesor berbasis arsitektur Nehalem.

Sebelumnya, pada akhir November tahun lalu, Intel meluncurkan Intel Core i7 Extreme Edition untuk pasar Indonesia. Edisi pertama prosesor yang disebut sebagai "prosesor desktop tercepat" dunia serta diproduksi dengan teknologi 45 nanometer itu dirilis dalam tiga model kecepatan: Clock 3,20 Ghz; 2,93 Ghz; serta 2,66 GHz.

Lantas, apa kelebihan teknologi Intel Turbo Boost yang ada dalam dua varian terbaru Core i7 dan Core i5 itu? "Teknologi ini akan memberikan kinerja maksimal untuk aplikasi yang membutuhkannya," kata Budi Wahyu Jati, Country Manager Intel Indonesia. Selain turbo boost, yang merupakan teknologi eksklusif Intel, prosesor ini dijejali teknologi Intel hyper threading, yang mampu memproses 8 thread sekaligus.

Jika kedua teknologi itu digabung, prosesor yang sebelumnya bernama kode "Lynnfield" ini akan meningkatkan "kecerdasan" pada perangkat komputer saat dibutuhkan. Namun, "Akan memberikan efisiensi saat komputer tidak terlalu terbebani," ujarnya.

Dua varian terbaru Core i7 dan Core i5 ini juga merupakan prosesor Intel pertama yang mengintegrasikan 16-lane PCI Express 2 graphics port serta two-channel memory controller, yang memungkinkan semua input dan output diatur sebuah chip, yakni Intel P55 Express Chipset. Sebelumnya, Intel chipset butuh dua chip terpisah. "Prosesor terbaru ini juga yang pertama didukung paket socket LGA (land grid array) 1156," kata Budi.

Dengan spesifikasi itu, prosesor yang sudah digadang-gadang sejak tahun lalu ini dijanjikan memiliki kinerja jauh lebih baik ketimbang prosesor generasi sebelumnya di segmen pasar yang sama, seperti prosesor Intel Core 2 Quad. Menurut Budi, berdasarkan hasil uji coba dengan aplikasi SPEC_Int base 2006, kinerja prosesor anyar itu sampai 40 persen lebih baik dari Intel Core 2 Quad.

Perbedaan angka pada ketiga model prosesor untuk komputer desktop itu menunjukkan fitur dan kemampuan masing-masing (lihat tabel). Semakin tinggi angka, kinerja prosesor semakin "powerful". Tentu saja, karena sudah diluncurkan di seluruh dunia, ketiga model prosesor teranyar ini juga akan meramaikan pasar komputer Tanah Air. Intel Core i5-750 akan dibanderol US$ 196 atau Rp 1.960.000 (kurs US$ 1 = Rp 10 ribu). Adapun untuk Core i7-860 dan Core i7-870, masing-masing dihargai US$ 284 (Rp 2,8 jutaan) serta US$ 562 (Rp 5,6 jutaan).

Selain dua model Intel Core i7 dan Core i5, Intel Indonesia meluncurkan Intel Xeon seri 3400, prosesor berarsitektur Nehalem untuk server kelas awal. Xeon 3400 disasarkan untuk bisnis skala kecil yang butuh pengoperasian penuh selama 24 jam. Sedangkan dua varian terbaru Core i7 dan Core i5 disasarkan untuk para pengguna yang membutuhkan komputer dengan kinerja super. Mereka yang menggunakan komputer untuk memproses digital media, aplikasi produktif, serta operasi game dan sejumlah aplikasi "berat" lainnya sepertinya layak melirik edisi teranyar prosesor "supercepat" ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar